Yogyakarta, kota budaya dan sejarah yang kaya, menyimpan berbagai peninggalan bersejarah yang menarik untuk ditelusuri. Salah satu ikon paling terkenal di kota ini adalah Tugu Jogja, sebuah monumen menjulang tinggi yang berdiri kokoh di jantung kota.
Paketwisatadijogja.co.id akan mengajak Anda menyelami pesona tugu tersebut. Mulai dari lokasi dan rute menuju ke sana, sejarah panjangnya yang penuh makna, hingga simbolisme mendalam yang terkandung di balik kemegahannya.
Lokasi dan Rute Menuju Tugu Jogja
Tugu Jogja berlokasi di Jl. Jend. Sudirman, Gowongan, Kec. Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55233. Untuk menuju ke sana, ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan. Simak penjelasan selengkapnya mengenai rute yang bisa Anda tempuh di bawha ini!
Stasiun Tugu Yogyakarta
Dari stasiun Tugu Yogyakarta, Anda bisa menggunakan Trans Jogja dengan rute sebagai berikut.
- Naiki Trans Jogja koridor 1B (Terminal Giwangan – Janti) atau 2B (Bandara Adisucipto – Malioboro) turun di halte Malioboro.
- Dari halte Malioboro, Tugu Jogja hanya berjarak sekitar 500 meter dan dapat Anda tempuh dengan berjalan kaki selama 7-10 menit.
KA Bandara YIA
Jika Anda datang ke Jogja menggunakan pesawat, Anda bisa menuju ke tugu ini dengan naik kereta api. Simak caranya di bawah ini!
- Naiklah KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta.
- Tiket KA Bandara YIA dapat Anda beli secara online di website resmi PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau di loket stasiun.
- Harga tiket KA Bandara YIA ke Stasiun Tugu Yogyakarta sekitar Rp20.000.
- Perjalanan dari Stasiun YIA ke Stasiun Tugu Yogyakarta dengan KA Bandara YIA memakan waktu sekitar 40 menit.
- Setelah sampai di Stasiun Tugu Yogyakarta, Anda dapat mengikuti petunjuk di atas untuk menuju Tugu Jogja.
Galeri Tugu Yogyakarta



Sejarah Tugu Jogja
Seperti yang Anda tahu, Tugu Jogja atau Tugu Pal Putih merupakan monumen bersejarah yang sarat makna. Dibangun pada tahun 1757 atas prakarsa Hamengku Buwana I.
Tugu ini awalnya berbentuk silinder (golong) dengan puncak bola (gilig) setinggi 25 meter. Kemudian, simbol persatuan rakyat Yogyakarta melawan penjajah Belanda ini runtuh akibat gempa bumi tahun 1867.
Pemerintah Belanda lalu membangun kembali tugu dengan bentuk yang berbeda, yaitu segi empat meruncing ke atas. Dibagi menjadi tiga bagian: undakan (pondasi), badan segi empat bertuliskan inskripsi, dan puncak seperti mahkota dengan uliran menjadi ikon baru Yogyakarta.
Perubahan bentuk tersebut menandakan pergeseran makna. Dari simbol perlawanan rakyat, tugu ini menjadi penanda titik nol kilometer Yogyakarta.
Meskipun bentuknya berubah, Tugu Pal Putih tetaplah monumen penting yang mengingatkan kita akan sejarah dan identitas Yogyakarta.
Makna Simbolis Tugu Jogja
Tugu Jogja dengan keanggunannya yang menjulang tinggi, menyimpan makna filosofis yang kaya dan beragam. Bentuknya yang kokoh dan tegak melambangkan kekuatan dan stabilitas, mencerminkan keteguhan hati dan semangat pantang menyerah masyarakat Yogyakarta dalam menghadapi berbagai rintangan.
Lebih dalam lagi, struktur tiga segmen pada tugu ini mengandung makna filosofis Triguna dalam budaya Hindu-Buddha. Tiga segmen ini mewakili Satwa (alam semesta), Rajas (aksi), dan Tamas (ketiadaan) yang melambangkan keseimbangan dan dinamika dalam kehidupan yang terus menerus berubah.
Selain itu, tugu ini juga dimaknai sebagai penghubung antara empat lokasi penting di Yogyakarta. Garis imajiner yang menghubungkan Tugu Jogja, Keraton, Gunung Merapi, Panggung Krapyak, dan Pantai Selatan merepresentasikan perjalanan hidup manusia dan makna simbolis yang mendalam bagi masyarakat Jawa.
Perjalanan dari Tugu Jogja ke Keraton di utara melambangkan perjalanan hidup manusia dari lahir hingga kembali ke Sang Pencipta. Sementara perjalanan ke Gunung Merapi di barat dikaitkan dengan pencarian spiritual manusia untuk mencapai pencerahan.
Di sisi lain, Panggung Krapyak di selatan melambangkan kesuburan dan keselarasan alam, diwakili oleh simbol Lingga dan Yoni.
Sedangkan, Pantai Selatan dengan ombaknya yang besar melambangkan kesatuan dan keharmonisan dalam keberagaman. Dua hal tersebut merupakan nilai-nilai luhur yang dipegang teguh oleh masyarakat Yogyakarta.
Secara keseluruhan, tugu ini tidak hanya menjadi ikon budaya Yogyakarta. Namun, berfungsi juga sebagai monumen penuh makna filosofis yang mencerminkan nilai-nilai luhur, keseimbangan alam, dan perjalanan hidup manusia.
Keberadaannya menjadi pengingat bagi kita untuk selalu teguh dalam pendirian, dinamis dalam menghadapi perubahan, dan senantiasa menjaga keharmonisan dalam keberagaman.
Menjelajahi Tugu Jogja bagaikan menyelami samudra sejarah dan budaya Yogyakarta. Dari kemegahan arsitekturnya hingga makna simbolis yang terkandung di dalamnya, tugu ini tak henti-hentinya memukau para pengunjung. Kunjungi Tugu Jogja dan rasakan sendiri atmosfer sejarah dan budayanya yang memukau!



