10 Jenis Baju Adat Jogja: Simbol Budaya & Tradisi yang Kental

Baju adat Jogja kaya akan makna dan sejarah. Mari simak pembahasan berikutnya agar kamu tahu apa saja jenis-jenis baju adat Jawa Jogja

Foto Kebaya Jogja - Baju Adat Jogja

Yogyakarta atau Jogja salah satu pusat kebudayaan di Indonesia dengan berbagai jenis pakaian adat yang kaya makna dan sejarah. Masyarakat Yogyakarta sangat menjunjung tinggi adat istiadatnya, termasuk dalam melestarikan baju adat jawa Jogja. 

Pakaian baju adat Jogja tidak hanya dikenakan dalam upacara adat dan pernikahan. Namun, sering juga dipakai oleh mereka yang berada di tempat-tempat wisata seperti keraton, serta dalam berbagai acara budaya. 

Baju adat Jogja memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya mudah dikenali dan dibedakan dari busana adat daerah lain di Indonesia. Mari simak pembahasan berikutnya agar kamu tahu apa saja jenis-jenis baju adat Jogja.  

10 Nama Baju Adat Yogyakarta

Pada dasarnya, baju adat Jogja tidak hanya dikenakan untuk upacara adat, tetapi juga mencerminkan identitas budaya yang kuat di tengah masyarakat Jogja. 

Berikut adalah beberapa jenis baju adat Jogja yang perlu kamu ketahui untuk menambah wawasan.

1. Batik Jogja 

Batik Jogja
Batik Jogja – Photo Taken by Instagram Batik_jogjaofficial

Batik merupakan salah satu identitas khas Jogja, bahkan kota ini dikenal sebagai Kota Batik. Pada awalnya, batik adalah seni melukis di atas kain yang hanya dikerjakan di dalam lingkungan keraton. 

Hasil batik Jogja tersebut digunakan sebagai pakaian oleh raja, keluarga kerajaan, dan para pengikutnya. 

Namun, seiring perkembangan zaman, batik kini dapat dikenakan oleh siapa saja dan telah diakui sebagai warisan budaya oleh UNESCO.

Motif batik Jogja memiliki ciri khas tersendiri, yaitu adanya banyak bidang putih bersih serta motif geometris yang dibuat dalam ukuran besar. Motif ini jauh lebih besar dibandingkan dengan motif geometris batik dari Surakarta. 

Latar belakang batik Jogja biasanya berwarna putih, hitam, cokelat, dan abu-abu. Beberapa motif batik Jogja yang terkenal antara lain Parang Rusak Barong, Slobog, Sidomukti, Ceplok Kesatrian, Truntum, dan Sido Asih. 

Berbagai pakaian daerah Jogja dipadukan dengan motif batik tradisional, mulai dari baju adat Jogja wanita hingga baju adat Jogja laki laki. Motif ini tampak indah dan sepadan dengan nilai-nilai estetika orang-orang Jogja. 

2. Kebaya Jogja 

Foto Kebaya Jogja - Baju Adat Jogja
Baju Adat Jawa Jogja – Photo Taken by Studio Foto Sinten

Kebaya adalah busana tradisional Jawa yang sangat digemari oleh perempuan Indonesia karena tampilannya yang anggun dan elegan. Walaupun kebaya tidak hanya dimiliki oleh Jogja, namun kebaya Jogja memiliki karakteristik tersendiri. 

Dahulu, kebaya Jogja umumnya dikenakan oleh perempuan dari kalangan priyayi dan bangsawan. Namun, kini kebaya dapat dikenakan oleh siapa saja. Kebaya ini sering dilengkapi dengan perhiasan, sanggul, dan alas kaki untuk menambah keanggunannya.

3. Surjan 

Surjan Baju Adat Jogja
Busana Adat Jawa Surjan

Surjan adalah pakaian adat Jogja yang biasanya dikenakan oleh kaum pria. Pada dasarnya, surjan adalah model kemeja berlengan panjang dengan motif lurik, yang kainnya memiliki tekstur tebal dan berwarna gelap. 

Seiring perkembangan, motif lurik pada surjan tidak hanya berbentuk garis-garis vertikal, tetapi juga ada yang berbentuk kotak-kotak hasil kombinasi garis vertikal dan horizontal.

Salah satu jenis surjan yang terkenal adalah surjan ontrokusuma, yang bermotif bunga. Kain yang digunakan untuk membuat surjan ontrokusuma biasanya terbuat dari sutra dan dihiasi berbagai macam motif bunga. 

Jenis surjan tersebut sering dikenakan oleh pejabat dan kalangan bangsawan keraton. Saat dipakai, surjan biasanya dipadukan dengan jarik dan blangkon.

4. Busana Pranakan 

Baju Adat Pranakan Jogja
Busana Adat Jawa Pranakan Khas Jogja-Kraton Yogyakarta

Busana pranakan adalah pakaian dinas harian yang dikenakan oleh para Abdi Dalem pria di Kraton Jogja. Baju pranakan Jogja terinspirasi dari baju kurung yang dipakai oleh para santri putri di Banten ketika Sultan berkunjung pada abad ke-19. 

Bahan yang digunakan untuk busana pranakan adalah kain lurik berwarna biru tua dan hitam, dengan corak garis telupat (telu-papat) yang terdiri dari 3-4 garis.

Busana pranakan ini didesain dengan potongan bagian depan yang berhenti di ulu hati. Di samping itu, terdapat belahan di lengan untuk mempermudah pergerakan. 

Terdapat 6 kancing di leher depan yang melambangkan enam rukun iman, serta 5 kancing di setiap ujung lengan yang merepresentasikan lima rukun Islam.

5. Blangkon 

Blangkon- Pakaian Adat Khas Jogja
Busana Adat Jogja Blangkon

Blangkon adalah penutup kepala yang sering dikenakan oleh pria Jawa saat mengenakan pakaian adat untuk acara resmi. 

Terdapat dua jenis blangkon yang dikenal, yaitu blangkon Jogja dan Solo. Salah satu perbedaan mencolok antara keduanya adalah pada bagian belakang atau mondolan blangkon. 

Blangkon Solo memiliki mondolan datar, sementara blangkon Jogja berbentuk menonjol. Selain itu, blangkon Solo biasanya terbuat dari kain batik berwarna kecoklatan, sedangkan blangkon Jogja terbuat dari kain batik yang berwarna cenderung putih.

6. Pinjung 

Pinjung adalah baju adat Jogja yang umumnya dikenakan oleh Abdi Dalem keraton Kasultanan Jogja. Pinjung merupakan kain yang dipakai sebagai penutup sampai ke dada. 

Umumnya, kain pinjung dipakai dengan kemben atau lapisan kain penutup dada. Selian itu, pinjung juga sering dikombinasikan dengan baju batik atau lurik sebagai penutup bagian luar. 

Saat ini, pinjung telah dikenakan oleh berbagai kalangan perempuan Jogja, biasanya dilengkapi dengan selendang, perhiasan, dan alas kaki.

7. Janggan Hitam 

Janggan Hitam-Kraton Yogyakarta
Busana Adat Jogja Janggan Hitam – Photo Taken by Kraton Yogyakarta

Janggan hitam adalah baju adat Jogja yang dikenakan oleh Abdi Dalem perempuan di Kraton. Janggan merupakan model baju tradisional yang menyerupai surjan. Pakaian ini dilengkapi kancing hingga menutupi kulit leher. 

Kain yang digunakan untuk membuat janggan harus berwarna hitam, yang melambangkan ketegasan, kesederhanaan, kedalaman, serta kesucian dan ketakwaan perempuan keraton dan Jawa pada umumnya.

8. Sabukwala 

Sabukwala-IDN Times
Busana Adat Jawa Sabukwala -Photo Taken by IDN Times

Dalam upacara adat tetesan, yaitu upacara sunat untuk anak perempuan di Jogja, baju adat yang dikenakan disebut sabukwala

Sabukwala terdiri dari beberapa komponen seperti kain cindhe, sabuk atau lonthong, ikat pinggang yang disebut kamus bludiran, dan slepe. 

Pemakaian sabukwala juga dilengkapi dengan aksesori seperti subang, gelang kana, dan kalung susun untuk mempercantik penampilan. 

9. Semekan 

Semekan
Busana Adat Jawa Semeka-Kraton Yogyakarta

Semekan adalah pakaian tradisional Jogja yang berupa kain panjang berukuran 250 cm x 60 cm. Kain ini biasanya dikenakan oleh para abdi dalem keparak dengan cara dililitkan ke badan dari bawah ketiak hingga atas pinggul. 

Sebelum mengenakan semekan, biasanya dikenakan pula ubet-ubet yang dilipat ke arah dalam supaya tidak terlihat dari luar. Untuk memperkuat semekan, dipakai tali yang melingkar di bawah dada sebagai sabuk. 

Perempuan Jogja seringkali menambahkan kalung tradisional sebagai aksesoris tambahan untuk memperindah penampilan.

10. Baju Ageng 

Baju Ageng
Baju Adat Jogja Baju Ageng – IDN News Time

Baju ageng adalah salah satu baju adat Jawa Jogja yang dikenakan oleh pejabat keraton saat menjalankan tugas resmi. 

Baju ageng terdiri dari jas laken berwarna hitam dengan motif keemasan di bagian pinggir dan tengah yang menampilkan motif keris serta batik. 

Pakaian ini juga dilengkapi dengan celana kain hitam dan kain batik yang dililitkan di pinggang. Pejabat keraton juga menggunakan topi memanjang setinggi 8 cm dengan motif keemasan, serta sepatu yang berwarna senada, sehingga keseluruhan tampilan terlihat mewah. 

Itulah 10 baju adat Jogja yang kaya akan sejarah dan tradisi. Pakaian adat Yogyakarta tidak hanya menjadi simbol kebudayaan, tetapi juga warisan yang harus dilestarikan. Setiap jenis pakaian adat Jogja memiliki makna mendalam dan mencerminkan identitas masyarakat Yogyakarta yang hingga kini masih dijunjung tinggi. 

Ingin merasakan keindahan budaya ini secara langsung? Atur liburan dengan paket wisata Jogja murah dari Paketwisatadijogja.co.id dan jangan lewatkan kesempatan untuk berfoto menggunakan baju adat ini sebagai bagian dari pengalamanmu!

More from the Paketwisatadijogja.co.id Blog

Menoreh Dreamland

Menoreh Dreamland: Simak Informasi Lengkapnya!

Wisata jogja terbaru Menoreh Dreamland merupakan salah satu wisata yang menawarkan keindahan alam Kulonprogo yang memukau
Tugu Jogja-Culture Shock di Jogja

10 Culture Shock di Jogja, Apa Saja?

Kenali 10 penyebab culture shock di jogja yang sering dialami pendatang di Jogja, mulai dari selera makanan hingga kebiasaan sehari-hari
Gapura Kampung Ketandan

Kampung Ketandan Jogja: Lokasi, Daya Tarik & Fakta Sejarah

Kampung Ketandan sebagai kawasan pecinan Jogja menawarkan daya tarik dan fakta sejarah yang menarik untuk ditelusuri. Cari tahu selengkapnya di artikel ini!